Kamis, 25 April 2013

Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD)


Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Lingkungan pertama yang punya peran adalah lingkungan keluarga, disinilah anak dilahirkan,di rawat dan dibesarkan. Disinilah proses pendidikan berawal, orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Orang tua adalah guru agama, bahasa dan sosial pertama bagi anak, kenapa demikian? Karena orang tua (ayah) adalah orang yang pertama kali melafazdkan adzan dan iqomah ditelinga anak di awal kelahirannya. Orang tua adalah orang yang pertama kali mengajarkan anak berbahasa dengan mengajari anak mengucapkan kata ayah, ibu, nenek, kakek dan anggota keluarga lainnya. Orang tua adalah orang yang pertama mengajarkan anak bersosial dengan lingkungan sekitarnya.

Orang tua, ibu khususnya karena seorang ibu yang biasanya punya banyak waktu bersama anak dirumah, bisa menjadi guru yang baik bagi anak-anaknya, jika seorang ibu mampu mengarahkan, membimbing dan mengembangkan fitrah dan potensi anak secara maksimal pada tahun-tahun pertama kelahiran anak dimana anak belum disentuh oleh lingkungan lain, dalam artian anak masih suci.

Masa-masa anak hanya berinteraksi dengan anggota keluarga, ini adalah saat yang tepat bagi orang tua untuk membentuk karakter seorang anak. Orang tualah yang mengarahkan kehidupan anak dengan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dirumah yang merupakan teladan bagi anak.

Disadari atau tidak oleh orang tua, gerak-gerik dan tingkah laku mereka sehari-hari yang setiap waktu bahkan setiap saat dilihat, dirasakan dan di dengar oleh anak adalah proses belajar bagi mereka.

Kalau materi yang sering diterima anak baik, sebuah keluarga yang harmonis, hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang, secara otomatis unsur-unsur kebaikan itu akan tertransfer kedalam diri anak, disaat itu bisa dikatakan orang tua telah berhasil menjadi seorang guru yang baik bagi anaknya. Namun jika materi yang sering diterima anak tidak baik, seperti kekerasan dalam rumah tangga, perhatian dan kasih sayang yang kurang karena orang tua sibuk dengan urusan masing-masing, ucapan-ucapan yang tidak baik, disaat itu orang tua telah gagal menjadi guru pertama dan utama bagi anak.
Proses kehidupan dalam sebuah keluarga adalah proses belajar pertama bagi anak sebelum mereka hidup dalam lingkungan yang lebih luas yaitu sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu seharusnya setiap orang tua harus mampu memanfaatkan masa-masa ini untuk mengembangkan potensi anak untuk membentuk pribadi yang sempurna. Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

* Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
* Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Landasan Yuridis
  1. Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.
  2. Dalam UU NO. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasarnya sesuai dengan minat dan bakatnya”.
  3. Dalam UU NO. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, (2) Pendidkan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal, non formal, dan/atau informal, (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat, (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat, (5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.”

Jumat, 19 April 2013

self-confidence


SELF-CONFIDENCE

Self-confidence is one aspect of personality that is very important in human life. Self confident people are confident about their own abilities and have realistic expectations, even when their expectations are not realized; they stayed positive and can take it.

Definition
Self-confidence is a mental or psychological condition of a person who gives a strong confidence in him to do or perform any act. People who do not believe in themselves have a negative self-concept, lack of confidence in his ability, because it is often kept to them. Self confidence is a mental or psychological condition, which individuals can evaluate the entirety of her strong belief in giving him the ability to take action in achieving various goals in life.
People who have good self-confidence, they have positive feelings toward themselves, have strong beliefs on him and had accurate knowledge of the capabilities. People who have good self-confidence are not the only person who feels capable of (but not really afford) but is a person who knows that he can be caused by experience and calculation that he did.
Synonyms:  aplomb, inner strength, positive self-image, self-assurance
Personality traits of people with low self-confidence
When this is linked to the practice of everyday life, people who have low self-confidence or have lost confidence, tend to feel / be as below:
• Do not have anything (desires, goals, targets) which fought energetically
• Do not have a decision to step decisive
• Easily frustrated or give up when faced with a problem or difficulty
• Less motivated to go forward, laziness or half and half
• Often fails to accomplish its tasks or responsibilities
• Awkward in dealing with people
• Can not demonstrate the ability to speak and the ability to listen to a convincing
• Often have unrealistic expectations
• Too perfectionist
• Too sensitive
Help: low self-confindence
Counselling,  life coaching, and hypnotherapy are common therapies used to help improve self-confidence.
                       How To Move On From A Bad Relationship

It has to end. No matter how painful it is, that time is now. Breaking up is never easy. Deciding to end a relationship, no matter how imperfect it is, will always be emotionally and mentally traumatic. In spite of the imperfections, you did share wonderful and intimate times together.

Like what they say, memories are easy to make but are hard to forget and remembering makes it harder to move on. That person you are saying goodbye to has been a part of you. Detaching yourself from him can be very painful and unimaginable. But like everything else in life, think that this too, shall pass and no matter how hard it is to move on, in the end, things will fall into its place.

"Things do happen for a reason" and "What doesn’t kill you can only make you stronger", these cliches are very important to psyche yourself up to move on from a break up. To move on from a bad relationship, you need to remember and do a few things. First, you have got to put it in your head that it is over.

No more hoping, no more fantasizing that he will call you and get back together. Once you get this into your system, allow yourself to cry your heart out. It’s healthy to cry because you are actually saying goodbye to him and to his memories. Aside from crying, expect that you will be very angry at a certain level.

You will be angry at yourself, at him or to your friend who introduced you to him. Again, this is normal but you have to deal with your anger in a healthy way. Some write, while others talk it out with friends. Some engage themselves into work, others take boxing lessons.

My point is you should have a healthy outlet for all your angst. To move on from a break-up, it also helps if you get rid of anything that reminds you of him. This means removing his number in your cellphone, deleting his pictures in your mobile phone gallery and throwing away all those memorabilia he gave you.

Keeping a remembrance from him can only prolong your state of nostalgia. Don’t torture your self. Also, if you want to move on from a bad relationship, never romanticize your past. Yes, he was a great lover and he was thoughtful at times but snap out of it! Letting all those mushy things get into your head can make you weak and again make you think twice about the break up.

If you want to move on then guard yourself from romanticizing your past. It helps if you jot down the things that you hate about him or the reason why you broke up with him in the first place. Be ruthless and honest, take this note out when you feel weak and had the urge to call him.

How to get over someone who has been with you for a couple of months or years can be depressing but ones you have learned to take care of yourself without him, its not as bad as you think it is. So if you want to move on take good care of yourself.

Eat right, sleep right, dance, sing, go to the gym, and hang out with friends. If you feel good physically, you’ll feel good mentally and emotionally. Don’t be afraid to move on, it may be the greatest gift that you have given yourself.