Sabtu, 23 Maret 2013


KOMITMEN DIRI PADA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Saya Vani Saputri mahasiswi fakultas psikologi usu angkatan 2012. Sebelum saya menjelaskan apa itu komitmen dan tanggung jawab saya akan menjelaskan apa itu mahasiswi. “Mahasiswa/mahasiswi“ merupakan sebuah ungkapan yang secara terminologi melekat erat pada diri muda anak bangsa yang memiliki semangat membara jika dipercikkan api motivasi dan masa dimana seorang pemuda berada dalam tahap persiapan menuju kehidupan yang lebih jauh lagi. Kita mengetahui bagaimana susahnya untuk melanjutkan pendidikan, ada mereka yang beruntung dan ada pula yang harus angkat kaki dari karpet perguruan tinggi. Beruntunglah untuk mereka yang terus memacu semangatnya untuk berjuang hingga akhir nafasnya, demi selembar kertas yang sangat dibanggakannya. Perjalanan yang panjang telah dimulai saat mahasiswa menginjakkan kakinya di gerbang perguruan tinggi. Tidak dapat dipungkiri, mahasiswa akan terus berkembang bersama dengan dewasanya masalah yang mereka hadapi. Baik selama di kampus maupun di luar area kampus. Sebagai seorang mahasiswa/mahasiswi kita harus mempunyai komitmen dan tanggung jawab. seperti yang diketahui Komitmen adalah suatu sikap kebulatan tekad yang dimiliki oleh seseorang di dalam mencapai sebuah tujuan, tanpa dapat dipengaruhi oleh keadaan apapun juga, hingga tujuan tersebut tercapai. Sedangkan tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung sesuatu, memikul jawab, menanggung segala sesuatu atau memberi jawab dan menanggung akibatnya. Tangung Jawab menurut saya hampir sama dangan menjaga komitmen. Merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja atau pun tidak disengaja. maka dari itu saya sangat berterima kasih kepada pihak fakultas psikologi karena telah mengadakan latihan kepemimpinan di kampoeng stakoetoe pada tanggal 10 Maret 2013. Dari pengalaman saya selama mengikuti kegiatan tersebut saya dituntut untuk bisa bertanggung jawab baik untuk diri saya dan untuk orang lain, dimana saya bisa tau kapan saya menjadi pemimpin untuk orang banyak dan kapan saya harus memimpin diri saya sendiri. Saling bekerja sama antar teman dan membangun komitmen diri saya sendiri.
Sebelumnya saya memohon maaf  kepada seluruh pihak fakultas psikologi karena saya tidak mengikuti kegitan Jalan Santai dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 60 USU, pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2012 dikarenakan ada sedikit halangan. Saya mengakui bahwa hal itu merupakan sebuah kesalahan, dan saya menerima semua konsekuensi apapun yang diberi fakultas sehubung saya tidak menghadiri acara tersebut. Belajar dari kesalahan yang saya buat saya menyadari untuk sekarang bisa lebih bertanggung jawab lagi dalam membangun karakter diri.
Memang dalam karakter proses membangun diri yang tak tertandingi itu banyak sekali halangannya, seperti malas, bosan, godaan dari luar diri kita, serta tidak mendukungnya segala fasilitas yang kita butuhkan untuk terus belajar membangun karakter diri menjadi lebih berkualitas. Tapi jika kita memang benar-benar ingin merasakan kemenangan dalam hidup kita, maka kita harus menjalani itu semua, meski harus merayap setapak demi setapak untuk membangun karakter diri kita, maka jika memang tidak ada cara lain untuk mencapai kualitas itu, ya seharusnya kita jalani itu. Menjadikan hambatan sebagai alasan biasanya merupakan hambatan yang paling umum yang sangat bisa menghancurkan jeri payah pembangunan karakter diri kita, kenapa bisa begitu? Jika kita beralasan karena suatu hambatan tertentu, itu berarti kita sudah memberi instruksi terhadap alam bawah sadar kita kalau kita memang tidak bisa terus membangun karakter kita. Anda pasti sudah pernah melihat acara-acara hipnotis kan? Nah, jika seandainya saja orang-orang yang dihipnotis itu tidak dikembalikan seperti semula, kira-kira apa yang akan terjadi? Anda sudah bisa membayangkannya kan? Begitu juga alasan yang kita timbulkan dalam pikiran kita, yang mana sangat mudah sekali untuk meruntuhkan semangat kita untuk terus membangun karakter diri kita menjadi lebih baik.
Jadi intinya, tidak peduli sekuat apapun halangan yang ada, kita tetap harus percaya diri dan yakin bahwa diri kita pasti mampu untuk terus membangun karakter diri kita menjadi lebih baik lagi, dengan begitu jika kita mampu menaklukan seluruh rintangan yang ada dalam diri kita, maka kita bisa menjadi seseorang yang memiliki karakter tak tertandingi. Jadi mari kita terus membangun karakter diri kita sampai tak tertandingi!