Jumat, 07 Juni 2013

OBSERVASI E-LEARNING



Tugas Observasi E-Learning
Oleh: Kelompok 5
 
 
  A.    Identitas Sekolah
·         Nama Sekolah             : SMAN 1 Medan
·         Alamat Sekolah           : Jl. Cik Ditiro No 1 Medan
·         Uang Sekolah              : Rp 300.000
·         Konsep E-learning      : Konsep individu dan kelompok Offline
  B.     Uraian Aktivitas Observasi
·         Hari pelaksanaan         : Jumat 17 mei 2013
·         Waktu pelaksanaan     : 08.00  – 10.00 wib
·         Pembagian Tugas        : 1. Pengamat : Devi rosyana putri
                                                          Darna pristi
                                                          Mawaddah rahmah
                                                          Try may syarah
                                    2. Dokumenter : Vani saputri
                                                              Nisya aspasia
·         Narasumber                 : Guru : Bpk. Buang Agus ( Guru Bahasa Indonesia)
                                                  Bpk. Sutarto ( Guru Sosiologi)
                                      Siswa : Anggita Rarasati ( Kelas X)
                                                  Muhammad Kevin Sakti Siregar (Kelas XI IPS)
  C.    Laporan Hasil Observasi
                               I.            Pendahuluan
Teknologi pada zaman sekarang ini sangat dibutuhkan, oleh karena itu teknologi pun semakin berkembang. Dimana teknologi sangat membantu pekerjaan manusia dengan cara meringankan tugas-tugas manusia. Sehingga dunia pendidikanpun tidak luput dari kegunaan teknologi. Dunia pendidikan sudah hampir kebanyakan menggunakan teknologi. Misalnya saja internet, laptop,komputer,proyektor dan lain-lain.
Perbedaan teknologi pada zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang. Diawali dengan zaman di mana satu komputer digunakaan oleh banyak orang. Zaman dahulu komputer itu di anggap barang yang sangat mahal, hanya orang-orang tertentu yang memilikinya, kemudian di lanjutkan dengan zaman di mana satu orang memakai satu komputer, pada masa ini komputer sudah mulai menjadi kebutuhan dasar di mana setiap orang membutuhkan komputer. Dan yang pada masa sekarang ini di mana satu orang memiliki 2 komputer, di mana komputer menjadi kebutuhkan pokok dimana kebutuhkan tidak cukup satu.
                            II.            LandasanTeori
Teknologi adalah tema penting dalam pendidikan. Hampir disetiap bidang pendidikan menggunakan teknologi. Salah satu teknologi yang sangat dibutuhkan adlah komputer, di mana komputer dapat membantu tugas pembelajaran misalnya membuat makalah. Kemudian jika komputer di hubungan dengan jaringan internet kita dapat menggunakannya untuk mencari bahan tugas kita,untuk mencari referensi tugas kita jika bahan yang ada di buku kurang memadai. Bukan hanya teknologi saja yanng mendukung proses berjalannya pendidikan tetapi juga dengan motivasi, teori belajar yang digunakan, orientasii belajar yang digunakan dan manajemen kelas.
-          Motivasi
Motivasi adalah proses memberikan semangat, arah, kegigihan perilaku artinya suatu perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati tetapi adalah hal-hal yang dapat disimpulkan keberadaannya karena suatu perilaku yang tampak.
Motivasi terbagi 2 yaitu motivasi instrinsik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri kita di mana kita berusaha untuk diri kita sendiri. Yang kedua motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang berasal dari luar diri kita dimana kita berusaha untuk mencapai sesuatu yang lain.
Teori motivasi MC.Clelland, hal-hal yang mempengaruhi motivasi seseorang yaitu kebutuhan akan prestasi, afiliasi dan power.
-          Teori Belajar
Dalam dunia pendidikan menggunakan 4 teori belajar yaitu
1.      Behavioral yaitu cara belajar dengan mengamati. Pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati bukan dengan proses mental.
2.      Kognitif yaitu cara belajar dimana terjadinya  proses mental atau berfikir. Dimana didasarin oleh pemikiran gestakt yaitu semua kegiatan belajar menggunakan pemahaman terhadap hubungan-hubungan terutama hubungan antara sebagian dan keseluruhan. Tingkat kejelasan dan keberartian diri apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan kemampuan belajar seseorang dari pada dengan hukuman dan ganjaran.
3.      Kognitif sosial yaitu proses belajar dimana faktor sosial, kognitif, dan perilaku memainkan peranan penting dalam pemberlajaran. Hal itu didukung oleh teori Bandura yang mengembangkan model determinisem-resiprokal.
4.      Humanistik yaitu proses belajar di mana kita berusaha memahami perilaku seseorang dari sudut pelaku bukan pengamat.
-          Orientasi belajar
Orientasi belajar adalah pendekatan belajar yang diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran di bagi menjadi 2 yaitu teacher centered learning yaitu di mana proses belajar semua dipimpin oleh pembibing, di mana siswa hanya menunggu arahan dari guru. Student centered learning yaitu dimana proses belajar semuanya di usahakan oleh siswa, guru hanya sebagai fasilitator.
-          Manajemen kelas
-          Manajemen kelas yaitu kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belaajr yang efektif di dalam kelas. Dimana membuat keadaan kelas sebagai tempat belajar, menciptakan proses belajar yang efektif di dalam kelas, menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk terjadinya proses belajar,selalau berusaha agar siswa benar-benar aktif belajar dan mengupayakan suasana-suasana yang membantu proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien.
                         III.            ObjekPenelitian
Objek penelitian di lakukan kepada guru dan siswa kelas x dan xi dalam menerapkan konsep e-learning.
                         IV.            Pelaksanaan
Observasi dilakukan pukul 08.00 wib sampai dengan pukul 09.30 wib. Dimana observasi dilakukan pada mata pelajaran bahasa indonesia dan sosiologi. Dimana pada kelas bahasa indonesia sedang meneerapkan konsep e-learning offline dimana menggunakan proyektor, laptop dan speaker untuk memutarkan sebuah karya film yang dibuat oleh siswa/i. Sedangkan pada kelas sosiologi melakukan proses pembelajaran seperti biasa yang dijelaskan oleh guru di bantu dengan teknologi proyektor. Setelah proses belajar selesai, kami melakukan wawancara ke beberapa siswa/i mengenai penggunaan konsep e-learning dalam proses belajar mereka.
                            V.            LaporanPenelitian
1.      Satu kelas berisikan 24 orang, di mana semua duduknya mneghadap ke guru sehingga susunan kelas ini sesuai dengan gaya auditorium.
2.      Guru memberikan materi kepada siswa dalam bentuk jadi, guru memberikan sesi tanya jawab di akhir pembelajaran dan memberikan nilai kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Sehingga dari beberapa siswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka termotivasi untuk memjawab pertanyaan karena diberikan penguat berupa nilai.
3.      Selama proses pembelajaran siswa hanya menerima materi yang di berikan oleh guru.
4.      Berdasarkan laporan dari narasumber, beberapa guru sudah menerapkan metode belajar yang sudah menggunakan metode presentasi menggunakan alat proyektor dan laptop, dimana guru hanya menjadi fasilitator bagi murid. Beberapa guru juga memberikan pekerjaan rumah (PR) yang kemudian dikirimkan melalui email.
5.      Konsep e-learning mulai diberlakukan pada tahun 2005
6.      Dari beberapa siswayang diwawancarai mereka mengatakan bahwa mereka lebih tertarik dengan metode yang menggunakan konsep e-learning karena jika hanya guru yang menjelaskan mereka mudah bosen, tetapi jika menggunakan teknologi siswa dapat menggunakan gambar-gambar yang dapat mengurangi kebosenan mereka.
7.      Beberapa siswa yang ada di kelas, rata-rata menggunakan laptop ataupun tablet dan alat-alat elektronik lainnya untuk memudahkan mereka dalam proses belajar.
8.      Kelas di fasilitasi dengan AC, proyektor, koneksi wifi. Di mana kondidi kelas rapi dan tertata rapi, kelas tidak sempit dan juga tidak kebesaran, hiasan didinding tidak terlalu menganggu, tidak adanya perabot-perabot yang mengganggu tempat lalu lalang, keadaan kelas juga terang dan sejuk.
                         VI.            Evaluasi
Tugas observasi yang telah diberitahukan sebelumnya memiliki jangka waktu yang cukup lama hingga akhirnya harus diselesaikan laporannya. Namun, alangkah baiknya bila dilakukan pengecekan setiap seminggu atau 2 minggu sekali agar dapat di ketahui progressnya sampai mana sehingga menghasilkan laporan yang efektif dan efisien juga. Sebab, jika tidak maka kebanyakan tugas ini dilakukan setelah mendekati hari untuk mengumpul tugas ini. Kemudian, pada kontrak kuliah tertera jadwal satu hari untuk melakukan observasi ketika jam mata kuliah yang bersangkutan, tetapi perlu di ingat bahwa hari untuk observasi di lakukan sesuai kebijakan dari tempat yang akan di obeservasi.
  D.    Rangkuman Hasil Observasi
1.      Rangkuman menurut Kelompok
-          berdasarkan proses pembelajaran yang menggunakan sesi tanya jawab yang menggunakan penguat, teori belajar yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah teori behavioral yaitu reinforcement positif, dimana agar siswa aktif saat belajar, guru menggunakan metode penambahan nilai untuk menjadi penguat bagi siswa.
-          Karena teori belajar yang ada menggunakan teori behavioral dan berdasarkan hasil wawancara yang kami lakukan dengan beberapa murid, mereka mengatakan bahwa motivasi belajar mereka berasal dari luar, yaitu bisa disebut juga dengan motivasi ekstrinsik.
-          Orientasi belajar yang dilakukan dikelas berbeda-beda pada setiap guru yang mengajar, namun kebanyakan guru masih menggunakan metode teacher learning centered (TCL) di mana guru sebagai pengejar yang memberikan seluruh materi sedangkan siswanya hanya menerima materi. Seperti di kelas sosiologi guru hanya memberikan penjelasan sedangkan siswanya hanya menerima pembelajaran. Namun,ada beberapa guru yang mulai mnerapkan metode student learning centered (SCL) di mana murid berusaha sendiri untuk memperoleh pembelaharan sedangkan guru hanya sebagai fasilitator, seperti di kelas bahasa indonesia murid memcari sendiri tugas mereka kemudian mempertunjukannya di depan kelas, di mana guru hanya sebagai fasilitator.
-          Berdasarkan hasil wawancara kami, kami menyimpulkan bahwa murid-murid termotivasi tinggi dengan adanya konsep e-learning yang dilakukan oleh beberapa guru.
-          Desain kelasnya sudah bagus dan perlengkapan yang ada untuk membantu proses pembelajaran mudah di akses, sehingga tidak menganggu kenyamanan siswa ketika belajar.
  E.     Testimoni Tentang Perencanaan dan Proses Observasi
1.      DARNA PRISTI ( 12-093 )
Menurut saya, sudah cukup bagus dengan proses pembelajaran di sekolah SMA N 1 MEDAN di mana dilengkapin dengan fasilitas yang cukup memadai dan mudah di akses, di mana dari beberapa siswa yang kami wawancarai memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk belajar. orientasi belajar di sini masih mnggunakan TCL namun sudah mulai diperkenalkan dengan metode SCL, hal itu sangat baik untuk membantu siswa/i agar mudah beradaptasi di dunia perkuliahan kelak. Dan pembelajaran menggunakan e-learning sudah mulai diperkenalkan bahkan mungkin sudah mulai mendalam dalam penggunaannya.
2.      DEVI ROSYANA PUTRI ( 12-037 )
Menurut saya, observasi yang kami lakukan bermanfaat bagi saya, karena menurut saya, konsep belajar yang langsung terjun ke lapangan itu lebih baik dan lebih mudah diingat. Pemahaman saya untuk konsep dan teori belajar jauh lebih baik dibandingkan sebelum observasi. Menurut saya, penggunaan konsep e-learning ini juga baik bagi proses pembelajaran di sekolah, karena siswa akan lebih mudah mencari informasi-informasi baru dengan adanya koneksi internet. Kondisi dan desain kelas juga sudah sangat nyaman, baik, dan efektif.
3.      TRY MAY SYARAH ( 12-083 )
Proses pembelajaranmenggunakan e-learning yang dilaksankan di SMA N 1 MEDAN menurut saya sudah cukup baik, sebab teknologi yang tersedia di sekolah tersebut berfungsi dengan baik, sehingga tidak adanya hambatan yang terjadi dalam membantu proses belajar mengajar. Di sekolah tersebut juga telah memperkenalkan kepada siswa/I mengenai orientasi belajar TCL, sehingga kelak ketika mereka masuk kebangku perkuliahan tidak terkejut lagi. Dan motivasi yang miliki siswa untuk belajar sesuai yang saya lihat di lapangan cukup antusias ketika proses belajar mengajar berlangsung.
4.      VANI SAPUTRI ( 12-085 )
Setelah saya mengikuti observasi di SMAN 1 Medan menurut saya pembelajaran sistem e-learning belum sepenuhnya menggunakan itu karena mereka masih menggunakan sistem offline, tetapi sudah mulai cukup memiliki kemajuan dalam melakasankan proses belajar e-learning. Sehingga memudahkan siswa/I dalam memahami materi.
5.      NISYA ASPASIA P ( 12-093 )
Ketika saya memasuki sekolah yang saya observasi, saya langsung dapat melihat peranan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah tersebut. Sebab, di beberapa kelas yang saya lewati, gurunya menerangkan materi pembelajaran dengan menggunakan proyektor di mana proyektor adalah salah satu teknologi yang mendukung terjadinya proses belajar e-learning. Walaupun belum sepenuhnya e-learning, tetapi sudah cukup baik untuk membantu siswa/I belajar,
6.      MAWADDAH RAHMAH ( 12-095 )
Banyak kegunaan dan informasi yang saya dapat dari observasi yang kami lakukan di SMAN 1 Medan , menurut saya sekolah tersebut menggunakan konsep e – learning dengan cukup baik,  dan penggunaan konsep ini dapat  meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa tentang materi yang ingin dipelajari. Pemahaman siswa lebih baik karena kemudahan bagi siswa dalam mengakses pengetahuan melalui layanan internet yang ada dikelas. Dan murid termotivasi tinggi dengan adanya pembelajaran yang menggunakan konsep e-learning.
Anggota kelompok :
DARNA PRISTI ( 12-035 )
DEVY ROSYANA PUTRI ( 12-037 )
TRY MAY SYARAH ( 12-083 )
VANI SAPUTRI ( 12-085 )
NISYA ASPASIA ( 12-093 )
MAWADDAH RAHMAH ( 12-095 )

Kamis, 25 April 2013

Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD)


Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Lingkungan pertama yang punya peran adalah lingkungan keluarga, disinilah anak dilahirkan,di rawat dan dibesarkan. Disinilah proses pendidikan berawal, orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Orang tua adalah guru agama, bahasa dan sosial pertama bagi anak, kenapa demikian? Karena orang tua (ayah) adalah orang yang pertama kali melafazdkan adzan dan iqomah ditelinga anak di awal kelahirannya. Orang tua adalah orang yang pertama kali mengajarkan anak berbahasa dengan mengajari anak mengucapkan kata ayah, ibu, nenek, kakek dan anggota keluarga lainnya. Orang tua adalah orang yang pertama mengajarkan anak bersosial dengan lingkungan sekitarnya.

Orang tua, ibu khususnya karena seorang ibu yang biasanya punya banyak waktu bersama anak dirumah, bisa menjadi guru yang baik bagi anak-anaknya, jika seorang ibu mampu mengarahkan, membimbing dan mengembangkan fitrah dan potensi anak secara maksimal pada tahun-tahun pertama kelahiran anak dimana anak belum disentuh oleh lingkungan lain, dalam artian anak masih suci.

Masa-masa anak hanya berinteraksi dengan anggota keluarga, ini adalah saat yang tepat bagi orang tua untuk membentuk karakter seorang anak. Orang tualah yang mengarahkan kehidupan anak dengan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dirumah yang merupakan teladan bagi anak.

Disadari atau tidak oleh orang tua, gerak-gerik dan tingkah laku mereka sehari-hari yang setiap waktu bahkan setiap saat dilihat, dirasakan dan di dengar oleh anak adalah proses belajar bagi mereka.

Kalau materi yang sering diterima anak baik, sebuah keluarga yang harmonis, hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang, secara otomatis unsur-unsur kebaikan itu akan tertransfer kedalam diri anak, disaat itu bisa dikatakan orang tua telah berhasil menjadi seorang guru yang baik bagi anaknya. Namun jika materi yang sering diterima anak tidak baik, seperti kekerasan dalam rumah tangga, perhatian dan kasih sayang yang kurang karena orang tua sibuk dengan urusan masing-masing, ucapan-ucapan yang tidak baik, disaat itu orang tua telah gagal menjadi guru pertama dan utama bagi anak.
Proses kehidupan dalam sebuah keluarga adalah proses belajar pertama bagi anak sebelum mereka hidup dalam lingkungan yang lebih luas yaitu sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu seharusnya setiap orang tua harus mampu memanfaatkan masa-masa ini untuk mengembangkan potensi anak untuk membentuk pribadi yang sempurna. Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

* Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
* Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Landasan Yuridis
  1. Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.
  2. Dalam UU NO. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasarnya sesuai dengan minat dan bakatnya”.
  3. Dalam UU NO. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, (2) Pendidkan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal, non formal, dan/atau informal, (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat, (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat, (5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.”

Jumat, 19 April 2013

self-confidence


SELF-CONFIDENCE

Self-confidence is one aspect of personality that is very important in human life. Self confident people are confident about their own abilities and have realistic expectations, even when their expectations are not realized; they stayed positive and can take it.

Definition
Self-confidence is a mental or psychological condition of a person who gives a strong confidence in him to do or perform any act. People who do not believe in themselves have a negative self-concept, lack of confidence in his ability, because it is often kept to them. Self confidence is a mental or psychological condition, which individuals can evaluate the entirety of her strong belief in giving him the ability to take action in achieving various goals in life.
People who have good self-confidence, they have positive feelings toward themselves, have strong beliefs on him and had accurate knowledge of the capabilities. People who have good self-confidence are not the only person who feels capable of (but not really afford) but is a person who knows that he can be caused by experience and calculation that he did.
Synonyms:  aplomb, inner strength, positive self-image, self-assurance
Personality traits of people with low self-confidence
When this is linked to the practice of everyday life, people who have low self-confidence or have lost confidence, tend to feel / be as below:
• Do not have anything (desires, goals, targets) which fought energetically
• Do not have a decision to step decisive
• Easily frustrated or give up when faced with a problem or difficulty
• Less motivated to go forward, laziness or half and half
• Often fails to accomplish its tasks or responsibilities
• Awkward in dealing with people
• Can not demonstrate the ability to speak and the ability to listen to a convincing
• Often have unrealistic expectations
• Too perfectionist
• Too sensitive
Help: low self-confindence
Counselling,  life coaching, and hypnotherapy are common therapies used to help improve self-confidence.
                       How To Move On From A Bad Relationship

It has to end. No matter how painful it is, that time is now. Breaking up is never easy. Deciding to end a relationship, no matter how imperfect it is, will always be emotionally and mentally traumatic. In spite of the imperfections, you did share wonderful and intimate times together.

Like what they say, memories are easy to make but are hard to forget and remembering makes it harder to move on. That person you are saying goodbye to has been a part of you. Detaching yourself from him can be very painful and unimaginable. But like everything else in life, think that this too, shall pass and no matter how hard it is to move on, in the end, things will fall into its place.

"Things do happen for a reason" and "What doesn’t kill you can only make you stronger", these cliches are very important to psyche yourself up to move on from a break up. To move on from a bad relationship, you need to remember and do a few things. First, you have got to put it in your head that it is over.

No more hoping, no more fantasizing that he will call you and get back together. Once you get this into your system, allow yourself to cry your heart out. It’s healthy to cry because you are actually saying goodbye to him and to his memories. Aside from crying, expect that you will be very angry at a certain level.

You will be angry at yourself, at him or to your friend who introduced you to him. Again, this is normal but you have to deal with your anger in a healthy way. Some write, while others talk it out with friends. Some engage themselves into work, others take boxing lessons.

My point is you should have a healthy outlet for all your angst. To move on from a break-up, it also helps if you get rid of anything that reminds you of him. This means removing his number in your cellphone, deleting his pictures in your mobile phone gallery and throwing away all those memorabilia he gave you.

Keeping a remembrance from him can only prolong your state of nostalgia. Don’t torture your self. Also, if you want to move on from a bad relationship, never romanticize your past. Yes, he was a great lover and he was thoughtful at times but snap out of it! Letting all those mushy things get into your head can make you weak and again make you think twice about the break up.

If you want to move on then guard yourself from romanticizing your past. It helps if you jot down the things that you hate about him or the reason why you broke up with him in the first place. Be ruthless and honest, take this note out when you feel weak and had the urge to call him.

How to get over someone who has been with you for a couple of months or years can be depressing but ones you have learned to take care of yourself without him, its not as bad as you think it is. So if you want to move on take good care of yourself.

Eat right, sleep right, dance, sing, go to the gym, and hang out with friends. If you feel good physically, you’ll feel good mentally and emotionally. Don’t be afraid to move on, it may be the greatest gift that you have given yourself.